Home Uncategorized GO INDONESIA Doakan Wiranto Segera Pulih

GO INDONESIA Doakan Wiranto Segera Pulih

99
0
SHARE

 

Jakarta (Jawaposonline.com ) Pasca insiden penikaman Menko Polhukam Jendral (Pur) Wiranto, Kamis (10/11/2019), beragam ucapan empati terhadap mantan Panglima ABRI datang dari warganet di media sosial. Pada saat yang sama ada juga ujaran negatif, yang menuduh aksi teror itu sebagai rekayasa.

Pengamat intelijen dari Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga, mengecam pihak-pihak yang berkomentar negatif terhadap Wiranto, bahkan menuduh insiden penusukan itu sebagai rekayasa.

“Orang-orang di medsos yang menuduh aksi biadab penikaman Jendral Wiranto sebagai rekayasa adalah sama biadabnya dengan pelaku teror,” kata Horas keras, Jakarta (12/10/2019).

Horas menilai pihak-pihak yang menuduh aksi penusukan Wiranto sebagai rekayasa adalah orang-orang yang dikuasai iri hati, dan tidak senang Menko Polhukam tersebut mendapat empati dari masyarakat.

Ia mengatakan, “Envy atau iri hati adalah keadaan emosi yang bisa dialami oleh setiap orang pada saat tertentu tapi umumnya jarang diakui. Termasuk iri kepada Jendral Wiranto yang mendapat empati dan pemberitaan media secara luas.”

Pengamat intelijen itu menyatakan bahwa iri adalah perasaan tidak senang yang timbul karena sesuatu hal yang dimiliki orang lain.

Horas mengatakan, “Perasaan iri biasanya terjadi karena merasa ‘kehilangan atau kekurangan’ jika melihat apa yang dimiliki orang lain. Nah itulah yang kita lihat sekarang pada diri orang-orang yang nyinyir terhadap Jendral Wiranto.”

“Mereka yang iri itu tidak suka Jendral Wiranto mendapat empati dan dukungan doa dari rakyat Indonesia. Itu muncul dari hati yang busuk,” tegas Horas.

Pria yang juga Sekretaris Jendral (Sekjen) GO Indonesia itu mengatakan bahwa iri hati sulit diakui oleh orang yang memilikinya.

Ia mengatakan, “Perasaan khawatir, bimbang, takut, dapat diakui dengan mudah, tapi jarang sekali ada orang mengakui kalau dirinya iri hati. Termasuk dalam dunia politik, iri hari bisa termanifestikan dengan merasa tidak suka kalau ada orang lain mendapat empati rakyat.”

“Silakan baca karya H. Schoeck, yang menyatakan bahwa iri hati adalah hal yang sangat merusak, lebih daripada yang kita pernah bayangkan. Silakan baca karya-karya Karen Horney, atau W. G. Joffe, L. B. Flynn, dan H. Schoeck, supaya jelas tentang apa itu iri hati. Mari bersihkan hati kita dari envy atau iri,” Sekjen GO Indonesia itu mengimbau.

“Seorang tokoh abad pertama menyejajarkan iri hati dengan penyembahan berhala dan pembunuhan. Di Timur Tengah ada seorang tokoh di abad-abad lampau yang mengatakan bahwa di mana ada iri hati di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Nah, saya mengundang para tukang nyinyir untuk taubat, jangan iri hati, dan berilah empati kepada sesamamu manusia,” ujar Horas.

“GO Indonesia mendoakan Jendral Wiranto agar segera pulih dan dapat beraktivitas secara normal. Kami mendukung negara mengatasi lawan-lawannya, baik dari dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.(Bbg)