Home Daerah Gerakkan Ekonomi, Tokoh Papua Minta Warga Pendatang Tidak Eksodus

Gerakkan Ekonomi, Tokoh Papua Minta Warga Pendatang Tidak Eksodus

42
0
SHARE

Foto: Ketua Badan Musyawarah Papua dan Papua Barat (BAMUS-PAPPABAR), Willem Frans Ansanay di acara ‘Ngopi Bersama Saudara Kita Papua’, di Jl. Cikajang Raya No. 44, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Jakarta, Jawaposonline – Ketua Badan Musyawarah Papua dan Papua Barat (BAMUS-PAPPABAR), Willem Frans Ansanay menyuarakan keinginannya agar Mahasiswa Papua dan Papua Barat yang pulang ke daerahnya masing-masing, bisa kembali ke kota studinya masing-masing.

“Memang harapan kami mahasiswa harus pulang,” ujar Willem dalam ‘Ngopi Bersama Saudara Kita Papua’, di Jl. Cikajang Raya No. 44, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Kembalinya Mahasiswa Papua ke tanah perantauan, menurut Willem bertujuan agar studi yang mereka jalani kembali berlanjut.

“Pesan saya kepada mahasiswa-mahasiswa yang eksodus ke Papua, segera kembali ke kota-kota studi dan belajar untuk meraih masa depan. Nyatakan dirimu sebagai orang Papua dan bangsa Indonesia yang siap membangun bangsa ini. Dan tidak merasa minder sebagai orang Papua di negara ini. Anda adalah orang Indonesia, anda adalah bangsa Indonesia, anda adalah bahagian dari Indonesia dan harus belajar yang baik, melihat masa depan dengan bekerja dan berkarya untuk negara,” himbaunya.

Tokoh Papua ini juga berpesan agar generasi muda Papua mempelajari sejarah bergabungnya Papua menjadi bahagian NKRI.

“Anak muda Papua harus belajar bagaimana proses Irian Barat menjadi Irian Jaya, Papua sah menjadi bahagian NKRI. Pertama, sejarah mencatat wilayah koloni menjadi wilayah yang harus merdeka dan sudah selesai dalam catatan resolusi PBB, sehingga tidak perlu ada lagi gerakan-gerakan separatis yang mengganggu keutuhan NKRI. Yang perlu adalah semangat untuk membangun bangsa ini dari Papua sampai ke Aceh sehingga kita menjadi keluarga besar dan rumah bersama. Kedua, situasi Papua harus segera diciptakan kondisi yang kondusif, keamanan dijamin,” ungkap dia.

Situasi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya berangsur normal pasca kerusuhan yang membuat sejumlah pendatang kembali ke daerah asal masing-masing. Pengungsi Wamena mulai berkurang. Sejumlah warga yang sempat berbondong-bondong meninggalkan Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya tak lagi terlihat di Lanud Wamena. Secara umum, kondisi beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat yang sempat terjadi konflik semakin kondusif.

“Kepada masyarakat pendatang yang menjadi korban gerakan rasis dan gerakan yang dipelopori KKB dan KNPB, kami minta tidak usah kembali ke daerah asalnya. Tetap ada di Papua, bekerja seperti biasa karena jaminan keamanan sudah diberikan dan kehadiran masyarakat pendatang terutama pedagang selama ini hidup disana telah memberikan kontribusi yang baik. Pemerintah sudah berjanji akan membangun kembali dan mengganti rugi semua akibat kerusuhan kemarin. Sebagai Ketua Bamus Papua-Papua Barat saya mengatakan ini perbuatan yang sangat biadab. Kita tidak diajarkan dalam agama untuk membunuh, membakar, dan sebagainya. Itu ulah kelompok-kelompok radikal yang punya kepentingan sehingga harus dibasmi, tidak bisa dibiarkan hidup dalam negara ini karena merusak dan mengganggu perekonomian daerah serta masa depan masyarakat di Papua,” pungkas Willem.(Dre)