Home Budaya Luar Biasa Dan Penuh Gegap Gempita, Acara Adat Nusantara Bertajuk Hangatnya Mentari...

Luar Biasa Dan Penuh Gegap Gempita, Acara Adat Nusantara Bertajuk Hangatnya Mentari Dari Ujung Indonesia, Papua Indonesia Indonesia Papua

191
0
SHARE

Sesuatu yang bersifat agenda kerelawanan, selalu penuh dengan dinamika dan proses yang luar biasa untuk segenap ruang lingkup relawan tersebut.

Apalagi, dimana kita ketahui, para relawan berperan sangat penting dalam berkoordinasi demi memenangkan orang-orang yang didukungnya, dimana salah satu contoh kongkritnya adalah para relawan Jokowi yang selalu berkonsolidasi dan berkolaborasi demi pemenangan pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin.

Pun setelah menang dan menunggu waktunya pelantikan Jokowi selaku presiden yang sah dan sesuai dengan konstitusi yang berlaku (konstitusional), maka berbagai kegiatan dan aksi positif dilakukan oleh relawan Jokowi tersebut.

Begitupun dengan relawan Jokowi, yakni Patriot Manguni Makasiouw, yang mengadakan acara Adat Nusantara bertajuk Hangatnya Mentari Dari Ujung Indonesia, Papua Indonesia Indonesia Papua  di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pada Sabtu, 28 September 2019.

Nancy Angela Hendriks sebagai ketua panitia acara Patriot Manguni Makasiouw, menjelaskan, “Acara ini sangat memiliki arti positif yang penting bagi keberagaman adat dan budaya nusantara, dimana Indonesia sebagai bangsa yang besar, memiliki keberagaman budaya yang luar biasa banyaknya.”.

“Perlunya merajut kebhinekaan yang sesungguhnya memiliki arti bahwa Indonesia adalah negara yang penuh dengan adat-istiadat, dan keberagaman tipe stratifikasi sosial dan budaya, dimana kita harus memperteguh persatuan dan kesatuan Indonesia, dimana acara dengan tema Hangatnya Mentari Dari Ujung Indonesia, Papua Indonesia Indonesia Papua ini juga dimaksudkan bahwa Papua yang sempat dilanda masalah dan isu intoleransi dan radikalisme, sudah selayaknya bangkit dan berkembang dimana Papua adalah juga wilayah NKRI yang notabene adalah wilayah ujung timur Indonesia, yang mana rakyatnya sangat mencintai Indonesia.”, ujar Nancy dengan penuh semangat.

“Perlu diingat, semangat I Yayat Un Santi yang diteriakkan pada saat tarian Mnahasa digelar itu, merupakan pertanda semangat, yakni semangat nasionalisme, patriotisme, persatuan dan kesatuan serta mengintegrasikan seluruh wilayah yang ada di Indonesia menjadi wilayah NKRI.”, tambah Nancy,  yang juga merupakan Sekretaris Laskar Patriot Manguni Makasiaow.

“Terkait pelantikan Jokowi pada 19 Oktober 2019 mendatang, saya yakin dan percaya, bahwa bila kita bersatu teguh dalam menjaga wilayah, nasionalisme dan semangat patriotisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, saya yakin, seharusnya  tidak akan ada aksi-aksi dan tindakan intoleransi dan radikalisme. Oleh karenanya, mari kita bersama-sama sebagai relawan Jokowi agar tidak membiarkan sendiri orang sebaik dan sewibawa serta memiliki visi ke depan dan kerja nyata, sayapun sendiri bersama Jokowi, Saya Bersama Jokowi dan Saya pastikan Jokowi tetap akan dilantik sebagai presiden untuk kedua kalinya pada periode 2019-2024.”, tukas Nancy dengam antusias,  dimana beliau adalah sebagai ketua panitia pada acara adat nusantara kali ini.

“Acara ini merajut kebhinnekaan, dengan mengundang bapak Haidar Alwi tokoh pembina ARJ, dimana komitmen kita bersama untuk menjaga Republik Indonesia ini dari seluruh ancaman radikalisme, kita tidak hanya mendukung bapak Jokowi tetapi kita juga mendukung keutuhan NKRI. Terkait demo-demo ini kita persilahkan namun jika sudah anarkis, rusuh kita minta Polri untuk segera bertindak tegas.”, ujar Paul Alexander Oroh sebagai Ketua DPW Metro Jaya Laskar Manguni Makasiaow.

“Acara ini difokuskan untuk sebuah perlawanan terhadap radikalisme yang sekarang sedang rawan. Kita tidak ingin radikalisme menghancurkan Negara Indonesia. Kita tidak ingin negara Republik Indonesia ini tidak hanya dibentuk dengan daun, tetapi oleh keringat , dan darah. Terkait kedepan sesuai beliau Bapak Jokowi dilantik secara konstitusional, maka seluruh elemen elemen yang menghambat harus dihapuskan.”, ujar Matulandi Taat Lonto Supit, Sekjen Majelis Adat Minahasa, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Ketua Sulut, mantan Sekretaris Brigadi Manguni yang pertama, dan sekarang Ketua Manguni Laskar Indonesia sekaligus berprofesi sebagai Pengacara, yang juga cucu ketua Verdom pada masa perang Tondano dulu.

Dari undangan yang hadir, turut mengikuti acara ini yakni ibu Ratih Shangrila beserta kakaknya, ibu Rita, ibu Yanthie, dimana mereka tergabung dalam organ relawan Jokowi bernama Garuda Indonesia Jaya (GIJ).

“Saya senang dan turut bangga sebagai undangan yang hadir, dapat menggunakan pakaian adat budaya daerah khas Indonesia yang berazaskan Bhinneka Tunggal Ika,  dan saya rasa perlu diadakan acara semacam ini untuk lebih mendamaikan bumi Papua dan mengkondusifkan suasana menjelang pelantikan Jokowi pada 19 Oktober mendatang.”, pungkas Ratih pada awak media.