Home Nasional Ratusan Tokoh Muda Islam NUsantara Dan Aktivis Gelar Aksi Damai Dukung KPK...

Ratusan Tokoh Muda Islam NUsantara Dan Aktivis Gelar Aksi Damai Dukung KPK Mencegah Dan Berantas Korupsi

123
0
SHARE

Text Foto: Suasana aksi damai Aliansi Tokoh Muda Islam NUsantara Gelar Aksi Damai Mendukung Revisi UU KPK di Taman Pandang Aspirasi, Kawasan Monas, Jakarta, Senin (23/9/2019).(Win)

Jakarta, Jawapos Online – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Tokoh Muda Islam NUsantara beserta Aktivis menggelar aksi damai mendukung Revisi UU KPK.

Aksi massa yang diikuti berbagai elemen organisasi seperti Jamaah Pengajian Kebangsaan (JPK), Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU), Islam Nasionalis, Barisan Pembaharuan, dipimpin langsung oleh Ustad Amsori dan Gus Sholeh Mz ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril dalam rangka memperkuat kinerja KPK mencegah dan memberantas korupsi.

Ust Amsori selaku Koordinator Nasional Aliansi Tokoh Mudah Islam NUsantara mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo agar melantik Komisioner KPK yang baru.

“Kami mendorong Presiden Joko Widodo agar segera melantik Komisioner KPK Yang Baru, Agar Agenda Pemberantasan Korupsi Berjalan Optimal,” kata Ust Amsori dalam orasinya pada aksi damai Aliansi Tokoh Muda Islam NUsantara mendukung Revisi UU KPK di Taman Pandang Aspirasi, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

“Kami minta kepada komisioner KPK yaitu Laode Muhammad Syarif, Saut Situmorang dan Agus Rahardjo yang sudah menyatakan mengundurkan diri, hendaklah segera keluar dari KPK. Jangan negara ini dibikin mainan sehingga KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi tidak lagi dihormati,” kata Gus Sholeh Mz.

“Jadi kami meminta kepada ketiga komisioner KPK tersebut untuk segera meninggalkan KPK. Kalau tidak kami membawa massa yang lebih besar untuk memaksa ketiga orang ini keluar dari KPK,” imbuh Gus Sholeh.

Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan Syafrudin Budiman S.Ip mengatakan bahwa komisioner KPK harus segera mundur karena ditanggapi sudah tidak beretika sebagai Pejabat Lembaga Negara.

“Saya menyikapi bahwa pengunduran diri 3 Komisioner KPK yaitu Agus Rahardja, Laode dan Saut Sitomurang sudah sangat tidak menjunjung tinggi moralitas dan etika sebagai Pejabat Negara. Untuk itu saya himbau agar ketiganya segera menyerahkan mandat dan hengkang dari KPK, jangan sampai elemen masyarakat dan para Aktivis yang akan memaksa keluar ketiga Komisioner KPK tersebut,” kata Syafrudin Budiman yang akrab dipanggil Gus Din ini berapi-api.

Sedangkan James Tangkudung Ketua Umum Forum Komunikasi Pancasila yang juga berasal dari Sulawesi Utara kepada wartawan akan mendukung pembubaran wadah pegawai KPK yang terindikasi beraroma politis dan radikalis.

“Kami mohon kepada bapak Presiden Jokowi untuk segera melantik komisioner KPK yang baru, agar agenda pembarantasan korupsi di Indonesia ini berjalan optimal. Selain itu kami agar revisi UU KPK segera disyahkan untuk menperkuat KPK. Jadi sebagai insan Pancasilais kami tidak menginginkan lebih lama lagi negara dan pemerintah terganggu disebabkan masalah KPK ini. Jadi kami mendukung kebijakan Pak Jokowi 1000%,” ujar James.

Adapun Tuntutan Aksi tersebut sebagai berikut:
1. Menyikapi Pengunduran diri Agus Rahardja, Laode & Saut Sitomurang, mulai tanggal 23 Sept 2019 agar segera menyerahkan mandat dan segera keluar dari KPK karena telah mengundurkan diri, bila Komisioner KPK tersebut tidak menjalankan, maka gabungan elemen rakyat dan aktivis, akan segera bergerak melucuti dan mengeluarkan secara paksa dari gedung KPK.

2. Segera..!!
Lantik Komisioner KPK Yang Baru Agar Agenda Pemberantasan Korupsi Berjalan Optimal.

3. Segera..!!
Sahkan REVISI UU KPK untuk Perkuat KPK.

Dalam aksinya di depan Istana Negara tersebut ratusan massa Aliansi Tokoh Muda Islam NUsantara melakukan orasi dan mengibarkan serta membentangkan bendera dan spanduk aksi. Kemudian mereka bergerak long march sambil membentangkan bendera merah putih . Dalam aksi itu, polisi turut mengawal diiringi mobil komando yang juga ikut dalam aksi long march tersebut. Ada anggota massa yang menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki dalam aksi tersebut.(Win)