Home Nasional Turut Hadiri Launching Buku Menuju 5 Besar Dunia Oleh Katadata, Professor Roy...

Turut Hadiri Launching Buku Menuju 5 Besar Dunia Oleh Katadata, Professor Roy Dharmawan Berpandangan Positif Akan Perekonomian Indonesia

71
0
SHARE

Turut Hadiri Launching Buku Menuju 5 Besar Dunia Oleh Katadata, Professor Roy Dharmawan Berpandangan Positif Akan Perekonomian Indonesia.

Sejatinya, perkembangan perekonomian suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, dimana ekonomi Indonesia diyakini bisa tumbuh semakin baik didukung peningkatan ekspor komoditas bernilai tambah, investasi, hingga transfer teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan optimistis Indonesia akan masuk jajaran lima negara ekonomi terbesar dunia pada 2045. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, di antaranya peningkatan ekspor komoditas bernilai tambah.

“Sekarang pemerintah melihat (pentingnya) nilai tambah pada komoditas kita,” kata dia saat membuka diskusi dan peluncuran buku Indonesia Menuju 5 Besar Ekonomi Dunia yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Katadata, di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Kamis (12/9).

 

Ia mengatakan, pemerintah tak bisa terus menerus bergantung kepada ekspor komoditas yang tidak bernilai tambah. Sebab, harganya bergejolak dipengaruhi berbagai faktor global. Harga komoditas turun di tengah perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Maka itu, ia pun mendorong hilirisasi komoditas tambang. Ia mendukung percepatan larangan ekspor bijih nikel. Selama ini, sebanyak 98% nikel Indonesia diekspor ke Tiongkok.

Dengan percepatan larangan ekspor bijih nikel, ia berharap komoditas tersebut dapat diolah di dalam negeri, di antaranya menjadi baterai lithium untuk kendaraan listrik. “Apalagi kita punya cadangan nikel terbesar di dunia,” ujarnya.

Selain hilirisasi komoditas, Luhut mengatakan pemerintah akan mendorong kebijakan yang dapat menarik investasi guna memacu ekonomi. Investasi yang dibutuhkan ialah yang ramah lingkungan serta dapat mendidik tenaga lokal, tanpa memandang asal negara investor.

Pemerintah juga membuka peluang transfer teknologi dari ahli yang berasal dari negara lain. “Kita bicara national interest, sepanjang transfer teknologi aman, saya tidak peduli dari negara mana pun,” ujar dia, menirukan pembicaraan dengan Jokowi.

Selain itu, Pemerintah melakukan harmonisasi Undang-Undang dengan menggunakan skema omnimbus law. “Jadi aturan yang tidak sesuai dengan kondisi sekarang, bisa diperbaiki,” kata dia.

Sejauh ini, Luhut menilai ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Hal ini tercermin dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih terjaga di tengah volatilitas mata uang Asia lainnya.

Selain itu, indeks kepercayaaan konsumen masih berada di tingkat yang tinggi. Menurut Luhut, tingkat kepercayaan konsumen pada era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih tinggi dibandingkan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

Profesor Roy Darmawan memberi tanggapan positif atas pemaparan materi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan maupun Menkeu Ibu Sri Mulyani Indrawati. Menurut Prof. Roy, buku “Menuju 5 Besar Dunia” mampu membangun kerangka big picture dan pemahaman yang jelas bagi para pembaca buku ini.

“Potensi Indonesia sebagai bangsa yang besar, terutama di bidang perekonomian. Yang mana ekonomi Indonesia masih berada di posisi yang baik yang tercermin dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih terjaga di tengah volatilitas mata uang Asia lainnya.”, ujar Profesor Roy Darmawan.

“Terkait dengan menjadi bangsa yang besar, sistem perekonomian yang mendukung yakni Sistem Ekonomi Pancasila, yang intisarinya ada di sila ke 4 Pancasila adalah suatu kekuatan maha dahsyat dari bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam lapisan masyarakat, suku, ras, agama dan yang lainnya.”, tambahnya pada rekan media.

“Untuk perekonomian mikro, semisal daya beli dari tiap lapisan masyarakat yang dimulai dari rumah tangga sebagai unit terkecil elemen bangsa Indonesia, saya melihat memang ada penurunan yang juga mengalami pelemahan daya beli, namun itu semua dapat tertutupi dengan meningkatkan penghasilan rumah tangga itu sendiri, bagaimna caranya, ya harus dimulai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berstruktur dan memberikan pelatihan serta memberikan bantuan kredit mikro sebagai penopang perekonomian masyarakat kecil.”, pungkas Profesor Roy Darmawan.