Home Nasional Beberapa Ketua Umum Organ Relawan Dan Ormas Dukung Aksi Unjuk Rasa ARJ...

Beberapa Ketua Umum Organ Relawan Dan Ormas Dukung Aksi Unjuk Rasa ARJ Di KPK, Tuntut Novel Baswedan Dipecat

75
0
SHARE

Jakarta – Organ For Belakang Jokowi (BeJo) yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) mendukung dan terlibat dalam aksi demontrasi di depan kantor KPK, Senin (16/09/2019). Sugeng Budiono Ketua Umum For BeJo ikut berorasi dan menyampaikan aspirasinya.

“KPK sudah terpilih 5 pimpinan yang baru lewat hasil seleksi di DPR RI, akan tetapi telah mempunyai pemimpin yang baru, akan tetapi KPK masih masih diisi pegawai-pegawai yang berpolitik dan terlibat kepentingan politik,” kata Sugeng menjelaskan.

Menurut Sugeng, sapaan akrabnya, orang-orang di wadah pegawai KPK, kita ketahui selama ini merekalah yang mengatur keputusan KPK. Katanya, merekalah yang mengatur dalam tebang pilih kasus mana yang diinginkan.

“Di KPK ada orang Novel Baswedan, dialah yang telah menghina Presiden Jokowi. Dia mengatakan bahwasanya para koruptor banyak berterimakasih kepada Presiden Jokowi. Sungguh kurang ajar,” teriak Sugeng dengan nada tinggi.

“Kami sangat tahu seorang Novel Baswesan sampai saat ini memiliki rekam jejak yang tidak bersih malah menuding Jokowi didukung koruptor. Novel Baswedan memiliki kasus salah tangkap dan penyiksaan tahanan sampai meninggak dunia dua orang,” urainya.

Karena itu For BeJo sebagai relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) sangat mengecam penyataan seorang Novel Baswedan yang menghina Jokowi. Menurutnya, dirinya menilai ada pembangkangan di internal KPK.

“Novel Baswedan harus bertanggungjawab atas penyataannya. Karena itu Novel Baswedan harus di pecat sebagai penyidik KPK” tandasnya.

Kata Sugeng, ARJ menuntut, Pecat Novel Baswedan dari KPK, Bubarkan wadah pegawai KPK, Mendukung revisi RUU KPK dan meminta KPK bersih dari orang-orang yang terindikasi terjangkit paham radikalisme.

“KPK kedepan harus lebih independen, lebih kuat, lebih efektif dalam penindakan, pencegahan, penyadapan dan pengawasan,” pungkas Sugeng pria asal Kota Batu Jawa Timur ini.

Menurut Ade Riza, ketua umum organ Garuda Indonesia Jaya, agenda demo di depan KPK ini wajib dilakukan dan memiliki urgensi yang sangat penting, dimana sebagai bangsa yang besar, KPK selaku lembaga pemberantasan korupsi yang independen haruslah berkontribusi dalam pengaktualisasian kelembagaannya, sebab dengan penyataan seorang Novel Baswedan yang menghina Jokowi, maka dirinya menilai ada pembangkangan di internal KPK.

Menurut Sandra Charlotha, selaku Ketua Umum ormas Citra Nusantara Bangsaku, “Keadaan bangsa Indonesia saat-saat sekarang ini sangat memprihatinkan, terutama masalah urgensi kepentingan dimana statement pak Novel Baswedan sangat menguras emosi dimana notabene beliau adalah seorang petinggi di KPK, jadi sudah sepantasnyalah  dimana sudah terpilih 5 pimpinan yang baru lewat hasil seleksi di DPR RI, akan tetapi telah mempunyai pemimpin yang baru, akan tetapi KPK masih masih diisi pegawai-pegawai yang berpolitik dan terlibat kepentingan politik, salah satunya Novel Baswedan yang sudah sangat menyerang Jokowi dan menjadikan citra yang tidak baik untuk Jokowi.”.

Demikian pula dengan Mona Ranti yang merupakan salah satu relawan Jokowi yang hadir di demo tersebut, dimana beliau mendukung aksi ini.

“Saya sebagai salah satu relawan wanita pendukung Jokowi, saya paham betul akan keadaan ironi di KPK ini, jadi saya ingin menjadikan bahan pemikiran bagi para relawan agar cerdas menilai statement Novel Baswedan.”, pungkas Mona pada rekan media. (red)