Home Nasional Dialog Aru Bicara: Pemekaran Prov.Arafura Sudah Layak Sebab Sudah Mendukung dari Semua...

Dialog Aru Bicara: Pemekaran Prov.Arafura Sudah Layak Sebab Sudah Mendukung dari Semua Sisi

428
0
SHARE

(Teks.gambar: Suasana acara Dialog Aru Bicara yang digelar oleh IMAJAR, Photo Ist)

 IMAJAR (Ikatan Mahasiswa Jargaria Jakarta) selenggarakan Dialog Aru Bicara dengan berbagai tokoh, aktivis dan tokoh pemuda dan pemerhati peduli daerah  Maluku. Acara yang digelar dengan bertajuk tema ‘Pemekaran Provinsi Baru Untuk Siapa?’ diadakan di salahsatu restoran di bilangan kawasan Utan kayu, Jakarta timur, kamis(12/9/2019).
. .
Dalam hal ini, dialog bersama yang dikemas dengan diskusi membahas persoalan pemekaran baru di bagian provinsi Maluku dengan maksud untuk memberi manfaat bagi masyarakat Aru yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah baik darat dan terkhusus wilayah perairan laut.
 .
Menurut tokoh muda Aru, Korneles Galanjinjinay yang juga selaku ketua umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia(GMKI) menerangkan bahwa syarat pemekaran sudah memenuhi dari semua unsur yang kedepannya akan dibahas lebih detail dalam menyampaikan hasil kajian sebagai rekomendasi pemuda untuk semua pihak yang terkait baik esekutif maupun pihak legislatif.
 .
 “Tinggal proses Politik yang masih terganjal, Proses politik itu mulai Bupati terkait, Gubernur, DPRD Provinsi, Kemendagri, DPR RI dan Presiden, harus ada politik etis dari para pemangku adat dan penentu kebijakan, sehingga proses pemekaran dapat berjalan sesuai harapan rakyat,” ujarnya menjelaskan saat acara diskusi dialog Aru Bicara berlangsung di restoran Ayam Gebug Bapau Jl.Utankayu raya,Jakarta timur, Kamis(12/9/2019)
 .
Potensi ekonomi dan potensi daerah wilayah kepulauan Arafura, lanjutnya menegaskan, sangat signifikan mendukung proses pemekaran daerah baru, perikanan dan migas diwilayah itu yang akan mendukung proses pembangunan daerah baru dan berkontribusi bagi peningkatan ekonomi daerah, sehingga kemiskinan dan ketertinggalan dapat dituntaskan.
 .
“Jadi Proses pemekaran provinsi kepulauan arafura di wilayah Maluku jangan sampai diganjal oleh aktor-aktor politik yang tidak pro terhadap kesejahteraan rakyat,” tegasnya menekankan.
Senada akan hal tersebut, Collin Leppuy, S.sos sebagai Divisi Sosial Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku, menyampaikan bahwa alokasi dana APBD bahkan tidak mencukupi “Itu realitas pembangunan blok marsela merupakan potensi Migas yang luar biasa yang harus dinikmati hasilnya oleh penduduk asli, kegiatan illegal fishing di laut Arafuru harus dihentikan, kita harus mandiri jangan selalu  tergantung dengan yang didalam teorinya interpendensi ini yang harus dibenahi” paparnya.
 .
Sementara itu, Salim Wehfany selaku direktur eksekutif LKBHMI JAKPUSTARA dan mahasiswa Aru di Jakarta  ini mengharapkan bahwa momentum  provinsi baru ini adalah momentum kelahiran iklim Kritis bagi pemuda Aru untuk melihat propinsi baru ini sebagai satu keharusan universal yang kokoh dan punya solusi untuk  kesejahteraan masyarakat banyak.
 .
Inti dari kesimpulan dari dialog yang digelar ini juga seogiyanya untuk memberi dukungan penuh agar dilakukan pemekaran provinsi dengan melihat kepentingan dan kebaikan masyarakat asli Aru dan masyarakat lainnya yang tergabung dalam provinsi pemekaran Aru.
 .
“Jangan sampai daerah yang kaya ini, rakyatnya melarat seperti pulau Papua yang nota bene penyumbang devisa terbesar, sebab dari semua sisi sudah mendukung dan pantas menjadi Provinsi,” tandasnya menjelaskan.
 .
Berdasarkan pantauan, para peserta dialog juga sejatinya, sangat antusias serta memberikan apresiasi dari berbagai tanggapan melalui sesi tanya-jawab yang diberikan kesempatan oleh pihak moderator pada responden dari panelis sehingga suasana dialog semakin tampak lebih seru dalam pembahasan pemekaran ini yang rencananya juga dialog ini akan digelar lagi kedepannya bahkan akan mengundang dari semua pihak terkait baik DPRD, DPR RI, Esekutif dan sebagainya. (*Bar/Editor: Redi*)