Home Nasional Garda Nusantara 98 Turut Hadiri Pemakaman B. J. Habibie

Garda Nusantara 98 Turut Hadiri Pemakaman B. J. Habibie

229
0
SHARE

JAKARTA, JawaPosOnline.com — Presiden Joko Widodo menjadi inspektur dalam upacara pemakaman presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019) siang.

Pantauan JawaPosOnline.com, jenazah Habibie dibawa ke tempat peristirahatan terakhir oleh pasukan pengamanan presiden.

Setelah itu, dibacakan biografi singkat terkait perjalanan karier hingga prestasi-prestasi Habibie.

Lalu Jokowi pun memimpin dimulainya upacara pemakaman. Sebagai inspektur upacara, Jokowi membacakan apel persada di depan pusara Habibie.

“Saya Presiden RI atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum: nama Prof Ir Bacharuddin Jusuf Habibie,” kata Jokowi.

Jokowi turut mendoakan agar Habibie dapat diterima di sisi-Nya. Setelah itu, jenazah Habibie diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono hadir bersama kedua putra Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Presiden kelima Megawati Soekarnoputri juga datang ke TMP Kalibata.

Selain itu, istri presiden keempat Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, juga datang bersama kedua putri Yenny Wahid dan Anita Wahid.

Mantan wakil presiden Boediono, Try Sutrisno, dan Hamzah Haz juga tampak ikut melepas Habibie ke tempat peristirahatan terakhir.

Selain itu, hadir juga para menteri, kepala lembaga, anggota DPR, hingga masyarakat umum.

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.03 WIB.

Habibie meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuh mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Organ Garda Nusantara 98 turut menghadiri ke lokasi pembaringan terakhir Presiden ke 3 Republik Indonesia yakni di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Kehadiran Organ Garda Nusantara 98 menghadiri prosesi pemakaman BJ Habibie ini dikarenakan karena prosesi pemakaman ini dirasakan sangat bersifat nasional, karena keadaan duka yaitu meninggalnya Presiden ke 3 ini adalah kesedihan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bastian, selaku Sekjend Garda Nusantara 98 menyatakan bahwa organisasi Garda Nusantara 98 merasakan kesedihan yang mendalam akan meninggalnya salah satu tokoh negarawan yang sudah banyak berbuat tindakan positif yang berarti dan tanpa pamrih yang berarti bagi NKRI.

“Garda Nusantara 98, sebagai perwakilan aktivis dan relawan terutama angkatan 98, menurut kami sangat kehilangan negarawan yang sangat baik dan penuh kerja keras bagi Indonesia. Oleh karenanya kami datang sebagai bentuk penghormatan kami dari Garda Nusantara 98 yang mana dapat tetap membangkitkan rasa nasionalisme dan persatuan serta kesatuan NKRI.”, pungkas Bastian mengakhiri sesi wawancara dengan awak media.