Home Uncategorized Keteladanan PancasilaUntuk Kerukunan Bangsa

Keteladanan PancasilaUntuk Kerukunan Bangsa

39
0
SHARE

Jakarta , jendelanews.co.id-Aliansi Relawan Jokowi mengadakan diskusi tentang Pancasila, sebagai sebuah ideologi yang telah menjadi kemufakatan bersama sejak negara ini didirikan, sebagai landasan, falsafah, serta nilai dalam kehidupan berbangsa. Suka atau tidak suka, negara ini berdiri dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai perekat. Sejarah membuktikan bahwa melalui Pancasila-lah bangsa yang majemuk dan multikultur ini bisa direkatkan hingga kini.

Namun, barangkali, harus diakui juga bahwa nilai-nilai tersebut tak selalu mampu diterjemahkan dalam narasi dan konsep praktis yang mestinya mengikuti perkembangan zaman. Akibatnya, tak perlu heran bila perilaku penyimpangan nilai kian banyak terjadi karena Pancasila tidak dapat terimplementasikan dengan sebenar-benarnya. Itu sebetulnya merupakan bahasa halus untuk menyebut bahwa Pancasila telah dilupakan sebagian masyarakat indonesia.

Namun, harus kita ingat pula bahwa upaya menggaungkan nilai-nilai luhur Pancasila itu dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan bernegara dan berbangsa tak cukup hanya dengan cara-cara formal. Sejatinya,

bangsa ini juga membutuhkan keteladanan. contoh yang nyata dari para pemimpin dan elite, sekurang-kurangnya dalam hal perilaku, integritas, dan tentu saja kekuatan karakter. Tak dimungkiri, saat ini kita krisis pemimpin autentik yang menyatu antara kata dan perbuatan.

Pemerintah diharapkan bisa mengawasi dan mengingatkan lebih intens lagi mengenai pelajaran Pancasila di lembaga pendidikan formal. Kalau kurikulum jelas, maka pelaksanaannya ini yang perlu diawasi lagi.

Jadi, alangkah naifnya ketika di usia dini anak-anak di s ekolah diberikan pelajaran dan ilmu budi pekerti yang luhur ala Pancasila, tetapi di luar sana para pemimpin, elite, dan orangtua mereka justru terus mempertontonkan perilaku menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Ini sebuah paradoks yang tak boleh dianggap remeh karena boleh jadi malah akan membuat generasi muda menjadi kian apatis terhadap segala hal berbau Pancasila.

Pancasila harus mampu dihadirkan secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Bukan hanya lantang dalam pidato-pidato, bukan pula hanya dimasukkan kurikulum sebagai pelajaran moral di bangku-bangku sekolah. Sekali lagi, negeri ini lebih membutuhkan teladan untuk membumikan Pancasila daripada sekadar memformalkannya dalam pendidikan moral Pancasila.