Home Nasional Penuh Khidmat, Acara Berdoa Untuk Bangsa : Istiqhosah Dan Baca Yasin 1001X...

Penuh Khidmat, Acara Berdoa Untuk Bangsa : Istiqhosah Dan Baca Yasin 1001X Diadakan Relawan Darul Ulya

89
0
SHARE

Sejatinya, organ relawan adalah ujung tombak perjuangan dan pergerakan dimana dinamika politik relawan turut berperan atas keadaan kehidupan politik.

Akan halnya dengan pesta demokrasi tersebut, dimana relawan Jokowi adalah ujung tombak pergerakan dari suksesnya pemilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Darul Ulya, sebagai salah satu organ relawan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), baru saja mengadakan Istighosah dan Pembacaan Yasin 1001 kali di Pondok Pesantren Darul Ulya.

Acara ini digelar pada 29 Agustus 2019 dan dimulai sekira pukul 19:00.

Acara ini dihadiri oleh pengurus Nahdatul Ulama (NU) Lampung Kota Metro Lampung Kyai Abdullah serta pengasuh Ponpes Darul Ulya serta segenap ulama dan masyarakat umum, dimana ketua umum Darul Ulya yakni Siti Maimunah, S. Sos I, M. Pd turut memberikan sambutan dan sedikit refleksi dan doa terkait masalah kebangsaan akhir-akhir ini.

Acara yang dilangsungkan di aula Pondok Pesantren Darul Ulya ini, merupakan rangkaian acara yang dipusatkan dalam rangka peringatan kemerdekaan 17 Augustus 1945, dan juga atas rasa simpati dan keprihatinan yang mana telah banyak kasus-kasus tertentu yang telah menggoncangkan dan mengoyakkan rasa persatuan dan nasionalisme, terutama di NKRI, dimana seharusnya persatuan dan kesatuanlah yang harus lebih diutamakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ibu Siti Maimunah menyatakan, “Kami relawan Darul Ulya yang turut berjuang sebagai relawan Jokowi mengadakan acara doa bersama kali ini dikarenakan kami melihat pada bulan Agustus ini, kami merasa sebagai bangsa Indonesia merasa bersyukur dengan kemerdekaan Indonesia yang sudah memasuki usia 74 thin,  dan juga kami merasakan akhir-akhir ini banyak kejadian berskala nasional yang telah mengusik rasa persatuan dan kesatuan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, dimane para founding father kita yang telah berjuang dalam mengupayakan dan mempertahankan kemerdekaan ini, akan merasa sedih dan malu akan retaknya persatuan Indonesia.”.

“Pesan moralnya adalah seluruh rakyat indonesia serta kaum muslimin dan muslimat harus waspada dengan isu perpecahan dan embel-embel khilafah harus di waspada dan jam terpancing saling tuding dan saling merasa benar. Sdh waktunya kita menundukkan diri untuk keutuhan bangsa dengan mengesampingkan kepentigan pribadi untuk kesatuan RI.”, ujarnya pada awak media.

“Kasus pertama yakni pelemparan bensin oleh oknum mahasiswa ketika diadakannya demo di Cianjur, yang mana keadaan itu berakibat pada meninggalnya salah satu anggota polisi yang sedang bertugas mengawal dan menjaga aksi tersebut, dan yang terakhir adalah tentang demo papua dan pembentangan bendera bintang kejora. Kami sebagai relawan, tetap mengapresiasi kerja TNI-POLRI atas dua kasus tersebut, dan kami sangat mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia tidak terpancing dan tidak mengambil langkah-langkah yang radikal dan anarki untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.”, pungkas Siti Maimunah pada awak media.