Home Ekonomi Focus Group Discussion Bersama P2N Bahas Pengembangan Ekonomi Ini Kata Staf Deputi...

Focus Group Discussion Bersama P2N Bahas Pengembangan Ekonomi Ini Kata Staf Deputi IV KSP

3129
0
SHARE

saksikan penjelasan singkatnya di video atas

Di ACARA Focus Froup Discussion (FGD) yang digelar oleh P2N Nahdatul Ulama(NU) bersama dengan beberapa perkumpulan pengusaha dan profesional Nahdliyin ini dengan mengangkat tema ‘Mengukur Keberpihakan Anggaran & Refleksi RAPBN 2020’ yang digelar pelaksana P2N dengan Moderator Witjaksono, dan apresiasi pun turut disampaikan oleh Staf Deputi IV Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan, Burhanuddin Saputu, yang menilai bahwa diskusi ini sangat positif.

Teman-teman P2N, pengusaha Muda NU ini profesional dibidang bisnis, mereka bisa terlibat didalam program-program sesuai dengan dis Indonesia seperti yang dikumandangkan oleh pak Jokowi terkait dengan pembagunan sumber daya manusia,” ujarnya pada pewarta seusai mengikuti FGD di PBNU, kawasan salemba, Jakpus, Kamis (08/08/2019).

Dalam pembahasan diskusi tersebut menurut Burhanuddin beberapa topik sangat mendukung juga dengan berbagai kebijakan program yang sudah dijalankan oleh pemerintah, seperti halnya, membahas juga tentang managemen talenta, begitu juga dengan konektivitas infrastruktur dan banyak lagi.

Sebelumnya, saat diskusi berlangsung seperti yang dirangkum singkat dari yang disampaikan Burhanuddin, saat diskusi bahwa Ia mengemukakan juga alasannya kenapa presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Menurutnya, karena Kiai Ma’ruf dianggap memiliki perhatian terhadap perekonomian umat.

“Ekonomi umat inilah yang menjadi rasa simpati Pak Jokowi untuk menggandeng Pak Ma’ruf Amin. Pak Makruf amin akan bertanggung jawab terhadap ekonomi umat ini,” kata Burhanuddin saat mengisi mengisi Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (8/8).(dilansir juga dari nu.or.id).FGD mengusung tema Mengukur Keberpihakan Anggaran dan Refleksi RAPBN 2020.

Ia pun menyarankan P2N agar turut serta dalam pemberdayaan ekonomi umat, yakni kalangan menengah ke bawah. Menurutnya, jika P2N mampu berpartisipasi, maka dapat mengangkat perekonomian Nahdliyin.

Melalui P2N ini, ekonomi Nahdliyin yang selama ini masih termarjinalkan, bisa masuk ke tengah. Saat ini ekonomi NU belum masuk ke tengah, tapi masih di pinggir,” ucapnya.

Untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi umat, langkah konkret telah mulai dilakukan pemerintahan Jokowi, yakni dengan mendirikan bank wakaf mikro. Untuk sementara ini, bank wakaf mikro baru diluncurkan di beberapa tempat di Banten dan Jawa Barat.

Katanya, melalui bank wakaf mikro, masyarakat yang ingin wirausaha, tapi tidak memiliki modal, bisa meminjam uang di bank tersebut tanpa agunan atau jaminan dengan sejumlah aturan yang ditentukan.

“Nah, minjam di bank wakaf mikro ini gak punya agunan Pak! (namun) untuk sementara yang saya ketahui, itu kelompok ibu-ibu untuk membantu ekonomi rumah tangga, 3 sampai 5 orang berkelompok, mereka untuk usaha apa, ini minjam di bank wakaf ini, tanpa agunan, di Banten itu sudah jalan,” terangnya.

Ia mengatakan, Nahdliyin sudah selayaknya mendapat perhatian ekonomi dari pemerintah karena selama ini, NU menjadi komponen penting bagi keberlanjutan Indonesia.

Jadi saya kira fokus daripada visi Indonesia temen-temen P2N segera melirik (pemberdayaan perekonomian umat),” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, KH. Ma’ruf Amin mengusung gagasan yang disebut dengan arus baru ekonomi Indonesia. Gagasan itu lahir atas keprihatinannya dengan adanya jurang ketimpangan ekonomi antara sebagian besar rakyat dan segelintir konglomerat.

Kondisi ini, menurut Kiai Ma’ruf, diakibatkan kebijakan ekonomi nasional yang menggunakan sistem lama, yakni dari atas ke bawah. Melalui gagasannya itu, ia ingin membalik arah kebijakan tersebut menjadi pola pembangunan ekonomi dari bawah, yakni berbasis umat. (**)

Admin/Editor: Arm

Penulis: Nuba/Hus/ photo,Ist/ dilansir dari berbagai sumber/ saksikan juga video nya yang tertera diatas.