Home Nasional Relawan Milenial Dua Kubu Berencana Temukan Sandiaga Dan Erick Thohir Dalam Even...

Relawan Milenial Dua Kubu Berencana Temukan Sandiaga Dan Erick Thohir Dalam Even “Future Leader Is Coming”

44
0
SHARE

Jakarta, JawaPosOnline – Tahapan Pemilihan Presiden 2019 telah selesai secara konstitusional melalui palu hakim di Mahkamah Konstitusi. Keputusan MK mi menandakan supremasi hukum masih dijunjung tinggi di atas dinamika politik yang ada. Kekhawatiran banyakp ihak terhadap dinamika politik pasca-Pilpres tidak terbukti. Pilpres berakhir dengan baik dan damai. Baik elit maupun pendukung pasangan 01 dan 02 telah menunjukkan kedewasaan politik masing-masing.

Dua kelompok relawan milenial KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) berencana menggelar acara kolaborasi sekaligus menyatukan Sandiaga dan Erick Thohir berada dalam Satu Panggung di acara yang bertajuk Young Penting Indonesia: Future Leader is Coming. Acara akan digelar di Kemang Village, Sabtu (13/6) sore. Sandiaga Uno dan Erick Thohir dijadwalkan akan hadir sebagai pembicara utama. Sebagaimana diketahui, baik KitaSatu maupun GMI merupakan relawan milenial yang aktif mendukung pasangan calon masing-masing pada Pilpres lalu. Kini kedua relawan sepakat untuk membangun kolaborasi.

Arief Rosyid sebagai inisiator acara mengatakan, dalam momentum Pilpres 2019 yang lalu, generasi milenial di kedua kubu telah menunjukkan peran penting. Milenial berhasil menjadi vote-getter yang signifikan bagi masing-masing calon.

“Kita lihat, dari mulai pilihan isu dan program yang dibawa masing-masing calon, hampir semua berkisar di isu-isu terkait milenial. Baik di pasangan 01 maupun 02. Penggerak kampanye kreatif di kedua kubu Juga adalah generasi milenial. Peran mereka sangat dominan,” ujar Arief pada JawaPosOnline di Gedung M Point. Jl. Lap Ros Selatan no. 47, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, walaupun sempat berbeda pandangan, milenial di semua kubu punya kepentingan yang sama. Bagaimana menggeser peran milenial dari sekadar objek suara, menjadi subjek yang ikut menentukan perubahan.

”Milenial ingin segera mengakhiri rivalitas Pilpres. Kita perlu bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan kolaborasi, sama-sama membangun bangsa,” ujar Arief yang juga mantan jubir Milenial Jokowi-Amin ini.

Hal yang sama diungkapkan Sasha Tutuko, Koordinator Nasional GMI. Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat lebih diasah melalui berbagai kolaborasi.

“Acara kolaborasi ini dilakukan sebagai usaha menjaga persaudaraan dalam politik. Kami menghargai aspirasi teman-teman sesama pendukung. Jadi dengan acara ini tidak perlu mengubah posisi masing-masing. Dalam demokrasi kan ada mekanisme check and balance,” ujar Sasha, Koordinator Nasional GMI.

“Sepert pesan Bang Sandiaga Uno, pembina kami, anak muda harus dapat

Sementara Pradana Indraputra sebagai Koordinator KitaSatu mengatakan, demokrasi bukan hanya tentang hasil, tapi juga prosesnya. Bagaimana bangsa Indonesia bisa belajar membangun, pengalaman bersama.

“Seperti Pak Jokowi yang tidak pernah membeda-bedakan kelompok manapun Selalu menerima dengan tangan terbuka. Kita memilih demokrasi agar bangsa kita semakin kuat. Bukan sebaliknya,” kata Dana.

Menurutnya, saat ini perubahan teljadi sangat cepat, dan persaingan antar bangsa juga semakin ketat. Generasi milenial siap terlibat dalam pemerintahan, dengan memegang tanggungjawab yang lebih besar.

“Kami generasi milenial bukan minta dilibatkan. Selama ini kami justru telah terlibat secara mendalam. Kami merasa ikut bertanggung jawab menemani Pak Jokowi. Pemerintahan ke depan perlu punya roadmap pembangunan SDM mllemal. Agar ada legacy yang jelas dalam menghadapi tantangan di masa depan,” lanjut Dana.(Adi)