Home Hukum Fitnah dan Pembentukan opini negatif menerpa dan sangat merugikan ‘goodwill’ Relawan Jomari...

Fitnah dan Pembentukan opini negatif menerpa dan sangat merugikan ‘goodwill’ Relawan Jomari Flobamora.

137
0
SHARE

Jakarta, Selasa (04-07-2019) – Pers News,

Untuk meluruskan pemberitaan sepihak yang merugikan kami sebagai relawan Jokowi wilayah Jabodetabek dan khususnya NTT sekitarnya. Adapun klarifikasi pelurusan berita dari kami yaitu :

1. “Sanggahan kami selaku Relawan JO’MARI FLOBAMORA atas Surat No.58/S-K/Dis-R/V/2019 tertanggal 31 Mei 2019 yang ditandatangani oleh Direktur Relawan TKN Jokowi, K.H Maman Imanulhaq dimana secara tegas mengatakan bahwa TKN tidak terkait dengan Jomari Flobamora. Faktanya yaitu Terdapat Surat Keputusan Relawan Ir.H.Joko Widodo-K.H. Ma’ruf Amin No.Registrasi TKN-DRL : 049/JKW-MA/IX/2018 yang menyatakan bahwa kami adalah organ relawan Sah terdaftar resmi sebagai relawan resmi 01 untuk kemenangan Ir H. Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin”.

2. “Organ Relawan Jomari Flobamora merupakan organ TKN murni dan Sah sebagai organisasi kemasyarakatan diaspora NTT tersebar di 22 Kabupaten/Kota se-NTT sebagai pendukung Capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 dengan kemenangan suara mutlak 90% diwilayah pemenangan kami termasuk NTT secara Fantastis” , tegas Mikhael Umbu Zasa.

3. “Keberadaan Sekretariat pusat Jo’mari di lahan sama sekali tidak ada kaitannya dengan ranah hukum masalah itu sendiri. Jadi terbantahkan tuduhan Agus Supriatna bahwa kami memakai nama relawan Jo’mari Flobamora untuk melakukan aksi penyerobotan, pendudukan lahan seluas 10 Ha di wilayah Harjamukti, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, 16412 yang diakui secara sepihak oleh PT Cempaka Maharani Indah Reality” , ujar Mikhael Umbu Zasa.

4. Untuk perihal hal ini dan lingkupannya, maka Mikhael Umbu Zasa mengatakan bahwa “Kami akan melaporkan masalah ini ke Dewan Pers, lalu melaporkan ke pihak yang berwenang, ujarnya.

“Jadi terbantahkan tuduhan Agus Supriatna bahwa kami memakai nama relawan Jo’mari Flobamora untuk melakukan aksi penyerobotan, pendudukan lahan seluas 10 Ha di wilayah Harjamukti, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, 16412 yang diakui secara sepihak oleh PT Cempaka Maharani Indah Reality, padahal kenyataannya sudah ada dan diterbitkan pada rentang  tanggal 24 Mei 2017 s/d 12 Juni 2017 ujar Mikhael Umbu Zasa. Jadi bagaimana mungkin sudah diterbitkan surat kepemilikan atas lahan tersebut berdasarkan ahli waris yang sah dan sudah dijual, dan saat itu tidak ada keberatan apapun, namun secara tiba tiba pada bulan Februari 2019 bahwa dinyatakan surat tadi palsu. Umumnya saat Surat diterbitkan dan otomatis diumumkan ke Publik, media massa oleh PPAT (Panitia Pejabat Pembuat Akta Tanah) salam rentang waktu yang melebihi satu bulan dan tidak ada sanggahan oleh pihak manapun maka surat kepemilikan lahan itu sejatinya sudah sah, lalu mengapa setelah 2019 diungkit kembali, jadi selama rentang waktu sejak 2017 lalu, pada kemana saja?”, Ujar Mikhael Umbu Zasa.

Lebih lanjut Mikhael berharap agar kasus fitnah ini segera terselesaikan, ujar Mikhael Umbu Zasa.(admin).