Home Daerah Olfi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Sulut Jelaskan Tentang Tinju FTPI

Olfi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Sulut Jelaskan Tentang Tinju FTPI

148
0
SHARE

[Photo: Olfi Lomboan ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se-Sulut yang juga ketum FTPI, Ist]

DALAM rangka pengembangan perguruan tinggi khususnya di universitas swasta, Olfi Lomboan selaku salahsatu ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se-Sulawesi utara menyebutkan bahwa program bersama Menristekdikti selama ini seogiyanya memang sudah seimbang antara perguruan tinggi negeri dan swasta.

Namun perguruan tinggi negeri yang langsung dibawah naungan kemenristekdikti dan universitas swasta yang masih otonom seharusnya memiliki beberapa hal yang harus lebih diperhatikan lagi oleh pihak pemerintah untuk dalam hal pengembangan perguruan tinggi yang ada seperti halnya melalui bantuan-bantuan dana dan lainnya yang harus dikembangkan khususnya pihak perguruan tinggi swasta.

“Karena out-put yang dihasilkan nantinya itukan akan sama hasilnya dengan perguruan tinggi negeri untuk pembagunan kedepannya bangsa ini dan itu juga harus melihat out put SDM daripada pendidikan tinggi,” ujar Olfi saat ditemui dijalan Tjikini, kawasan menteng Jakarta pusat, Rabu (26/6/2019)

Lanjut Olfi yang menaungi 45 perguruan tinggi swasta di provinsi Sulut ini lagi menjelaskan, bahwa perihal ini sudah sering disampaikan pihaknya baik dalam bentuk seminar nasional maupun dalam forum diskusi dan katanya hal tersebut sudah diupayakan pemerintah dalam hal ini Menristekdikti untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan universitas swasta.

Harapannya mengenai pendidikan ini, Ia dan bersama beberapa rekanannya masih merasakan belum begitu amat sinergi yang begitu signifikan antara kerjasama yang lebih baik lagi antar pihak pemerintah(Menristekditi) dan asosiasi, karena belum kelihatan dampaknya seperti yang diharapkan selama ini.

“Karena sekarang saya lihat, bagaimana ya! Dimana tuntutan dari kami belum terpenuhi sepenuhnya, saya kira nantinya mungkin akan meningkat potensi kinerja dan juga kualitas daripada perguruan tinggi itu, tentu harus ada sinergi antara asosiasi dengan Menristekdikti, kalau didaerah itu namanya L2Dikti dengan asosiasi daerah,” paparnya.

Disisi lain, dalam pemaparannya juga ada hal yang luar biasa yang disampaikannya tentang mengenai olahraga tinju yang sedang digagas akrab disapa Bunda Olfi ini, sebabnya sosok seorang ibu wanita yang berparas cantik ini, sejatinya juga sebagai ketua umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI), dan Ia pun mengatakan bahwa pihaknya yang pernah menggelar beberapa kali perhelatan tinju untuk mencari bibit-bibit berbakat untuk menjadi para petarung profesional tinju. Dalam hal ini Ia pun optimis untuk memajukan olahraga tinju di Indonesia, bahkan untuk pertarungan tinju yang akan digelarnya tahun ini dan saat inipun sedang digagasnya untuk agenda programnya dalam waktu dekat ini.

“Tahun lalu itu di kemensos dan saya hadir begitupun ada beberapa pejabat tinggi negara lainnya yang hadir dan itu sudah ada hasilnya, tahun ini rencananya mungkin bulan agustus ini ya! saya nanti akan berbicara dengan pak Kahyangan sebagai promotor tinju, memang mereka telpon saya tapi saya belum respon mereka, karna saya lagi sibuk, jadwalnya sebenarnya itu bulan juni tapi karena terkait menunggu hasil pilpres ini sehingga diundur waktunya,” pungkasnya.

Namun Dia pun berharap dalam hal pengembangan olahraga tinju ini agar pihak terkait, khususnya pemerintah lebih perhatian lagi, karena selama ini olahraga ini sudah semakin menghilang dan diharapkan agar diupayakan supaya lebih ditingkatkan lagi.(*)

Photo:Istimewah (Redaksi JPO/Jl)