Sunday, September 22, 2019
Home Nasional Sukses Digelar, Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila Bertema Bumikan Pancasila sebagai...

Sukses Digelar, Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila Bertema Bumikan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

215
0
SHARE

JawaPosOnline.Com – Pancasila pada dasarnya adalah Primer sebagai ideologi sekaligus dasar negara republik Indonesia. dalam makna ini adalah menyangkut maksud dan tujuan semula, primer, juga dalam arti kata sebagai fungsinya semula. Pancasila sebagai ideologi berakar dari Marhaenisme ajaran Soekarno. Rumusan ideologi Marhaenisme yang dimasukkan ke dalam ideologi Pancasila diusulkan secara jelas dan tegas oleh Bung Kamo dalam Pidatonya tanggal 1 Juni 1945 di muka sidang terbuka Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai yang lebih dikenal pula dengan nama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPPUPKI) Pidato Bung Karno itu dimaksud untuk menjawab pertanyaan K.R.T. Radjiman Widiodiningrat (selaku Ketua BPUPKI) kepada para anggotanya: “Negara Indonesia Merdeka yang kita bentuk, apa dasarnya?”.

Di awal pidatonya Bung Kamo mengajukan pertanyaan kepada sidang terbuka BPUPKI: “saudara saudara! Apakah yang dinamakan merdeka ?; Di dalam tahun ’33 saya telah menulis satu risalah bernama “Mencapai Indonesia Merdeka” yang intinya menekankan bahwa kemerdekaan, politieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu jembatan emas dan di seberang jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat, menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi. Bung Kamo melanjutnya pidatonya dengan mengatakan dasar (philosopisc/zegrondslag) atau di atas dasar apa (weltanschauung) kita mendirikan negara Indonesia.

“Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme kebangsaan dan perikemanusiaan-saya peras menjadi satu : itulah yang dahulu saya namakan Sosio Nasionalisme”; Bung Karno menjadikan Kebangsaan sebagai prinsip.

Sebagai pembicara, yang mengisi acara ini yakni Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, S.Ag., MSi, Dr Antonius D. R Manurung, Msi dan dr. Andy Talman Nitidisastro.

Trisila, sosionasionalisme, demokrasi dan Sila pertama sebagai Trisila, dan menurut Pancasila, Trisila ini diperas kembali menjadi 4 Sila yakni kerakyatan, yang berhubungan dengan Indonesia yang memang masyarakatnya adalah penduduk NKRI.

Pertama, dengan menyetir pemikiran Emest Renan tentang syarat bangsa: “le desir d’etre ensemble” (hasrat/kehendak akan bersatu) dan senafas dengan Otto Bauer bahwa bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan (persamaan) nasib.

Konsepsi geopolitik dari sabang sampai merauke: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa yang dibangun Bung Kamo berakar dari kesatuan cita-cita sosial

(entity of social conciousness of man), yang membangkitkan kesatuan bangsa
(national identity), kesatuan ideologi (ideology entity), dan kesatuan negara (state entity).