Home Politik Pernyataan Sikap Srikandi Indonesia Pasca Pemilu Tolak People Power

Pernyataan Sikap Srikandi Indonesia Pasca Pemilu Tolak People Power

159
0
SHARE

[Ket.gambar: Suasana saat Srikandi Indonesia Jumpa Pers di kawasan menteng Jakpus]

GABUNGAN para mantan aktivis mahasiswa perempuan yang tergabung dalam Srikandi Indonesia menolak gerakan people power yang digaungkan oleh kubu-kubu yang merasa tidak terima terhadap hasil Pemilu.

Menurut Aktivis Srikandi Indonesia Vivin Sri Wahyuni, bahwa upaya pengerahan massa sangat tidak elok dan mengganggu ketertiban umum. Bahkan dapat membahayakan keutuhan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, menurut mantan Aktivis LMND tersebut meminta kepada kubu yang tidak puas terhadap hasil Pemilu lantaran merasa dicurangi bisa menggunakan jalur konstitusi yaitu Badan Pengawas Pemilu dan Mahkamah Konstitusi.

“Daripada aksi massa yang memicu ketidaktertiban disarankan untuk melakukan gugatan, karena telah tersedia lembaga-lembaga untuk mengadukan hal itu,” kata Vivin, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019)》timeindonesia

Untuk itu, dia sepakat untuk menindak tegas para provokator yang memicu perpecahan dan mengancam stabilitas negara.

Sementara itu masyarakat diminta agar tidak mudah terhasut oleh fitnah dan provokasi-provokasi yang mengajak kepada perpecahan.

Senada akan hal tersebut, Lidya Natalia Sartono, yang tergabung juga dalam barisan komisioner Srikandi Indonesia menerangkan, bahwa pihaknya akan turut serta mengawal dari hasil proses berjalannya pesta demokrasi.

“Karena peran perempuan wajib bagi kita memberikan kedamaian sebagai sumbangsih kita kepada bangsa dan negara,” ujar Lidya eks.ketua PMKRI ditempat yang sama.

Mantan Aktivis GMNI yang tergabung dalam Srikandi Indonesia, Widya Almis juga menambahkan, bahwa, aksi turun ke jalan hanya demi untuk memaksakan kehendak hanya akan menjadikan perpecahan.

Untuk itu, ia berharap mereka yang kalah dalam konstestasi demokrasi mampu berjiwa besar, tidak memaksakan kehendaknya.

“Jadi jangan terus menjadikan masyarakat terpolarisasi dengan hasutan-hasutan kepada masyarakat, jadilah berjiwa besar,” tegas Widya.

Srikandi Indonesia merupakan kumpulan mantan aktivis mahasiswa perempuan dari berbagai organisasi.

Selain Vivin (mantan aktivis LMND) dan Widya (mantan aktivis GMNI), anggota Srikandi Indonesia antara lain Lidya Natalia Sartono (mantan aktivis PMKRI), Betariani Saraswati (mantan aktivis KMHDI), Irma (mantan aktivis PMII), Ifda Hanum (mantan aktivis HMI) dan Desy Datum (mantan aktivis GMKI). Mereka menggalang dukungan menolak people power pada 22 Mei besok. (*)

(Arom)