Home Gaya Hidup Gelar Fashion Show Tunggal di IFW, SHAFIRA Apresiasi Para Pecintanya

Gelar Fashion Show Tunggal di IFW, SHAFIRA Apresiasi Para Pecintanya

115
0
SHARE

Jakarta, Berbagai penjuru dunia seolah telah menjadi saksi bisu atas 30 (tiga puluh) tahun perjalanan SHAFIRA mencari inspirasi untuk terup mencipta inovasi. Sebagai sebuah selebrasi dari perjalanannya, tahun ini SHAFIRA mengukuhkan diri menjadi World Wanderer. Penjelajah dunia yang menebar inspirasi melalu karya busana muslim dalam ajang fashion nasional dan internasional.

Keterlibatan SHAFIRA pada Indonesia Fashion Week untuk keenam kalinya pun tak lain merupakan rangkaian perayaan yang dimulai sejak 8 januari 2019 lalu. Oleh karena itu, busana yang dihadirkan pada IFW 2019 ini merupakan koleksi yang sangant spesial.

Diberi tajuk World wanderer, 80 koleksi busana yang dipamerkan merupakan hasil ekstraksi dari inspirasi yang didapatkan melalui penjelajahan SHAFIRA ke lima benua. Uniknya, inspirasi utama yang diaplikasikan pada seluruh koleksi busanan adalah keindahan arsitektur lima masjid di lima benua.

Pada fashion show tunggalnya di panggung IFW 2019, seluruh hadirin dibuat takjub oleh suasana yang seolah menghadirkan lima benua dalam satu pagelaran busana. Diawali dengan kesibukan di bandara Frankfurt, Jerman sebagai pembuka hari, tampak sangat pas dengan desain koleksi busana dinamis dan modern sesuai dengan gaya arsitektur Cologne Mosque.

Sesaat kemudian latar panggung beralih seolah berada di White House. Sejumlah ajudan pun tampak hilir mudik bekerja mengamankan runway yang akan dilintasi para model. Tentunya, ini senada dengan koleksi Amerika yang terinspirasi dari presidential look dan Islamic Center of Washington DC. So classic yet timeless.

Berikut, penikmat fashion dibawa untuk menjelajahi kekayaan kultur Australia yang dikesankan sebagai sosok wanita kuat. Sesuai dengan gaya arsitektur masjid Adelaide dengan aksen batu bata dengan warna natural, koleksi yang dihadirkan pun berwarna earthy tone seperti terracotta, coklat, kuning, hitam dan sedikit hijau layaknya warna-warna pada aboriginal art.

Berbeda dari yang lain, nuansa playful dengan sentuhan spice color dan motif-motif etnik sangat terasa pada koleksi busanan yang terinspirasi dari Hassan II Mosque, Africa.

Sebagai penutup, lantunan adzan mengawali munculnya koleksi yang terinspirasi dari Masjid Raya Baiturrahman. Suasana yang tercipta terasa sakral dan agung namun sedikit demi sedikit membawa kesan lebih bersemangat melalui koleksi dengan paduan gaya sporty dan Aceh Kontemporer.

Gelaran fashion show ini terlihat lebih meriah dengan hadirnya para member setia yang bersedia datang sebagai berbagai penjuru Indonesia. Oleh karena itu, founder SHAFIRA, Feny Mustafa memberikan apresiasi berupa parfum Louis Vuitton untuk member yang mengenakan dress SHAFIRA terbaik saat acara berlangsung.

Selain itu, SHAFIRA pun memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para awak media dan photographer yang mengabadikan momen fashion show ini dengan hadiah trip gratis ke Jerman – Maroko.

Adanya rangkaian selbrasi 30 tahun SHAFIRA ini, menjadi ebuah bukti bahwa tajuk World Wanderer tak hanya mewakili SHAFIRA sebagai sebuah brand, melainkan bagi seluruh komponen terpenting dalam perjalannya, yaitu para customer serta rekan media.

(sumber : indonesiafashionweek.id)