Home Politik Ketua DPD Perindo Jakarta Selatan, “Buka Kotak Suara dan Lakukan Penghitungan Ulang!”

Ketua DPD Perindo Jakarta Selatan, “Buka Kotak Suara dan Lakukan Penghitungan Ulang!”

156
0
SHARE

Jakarta- Jawa Pos Online- Sejatinya,  proses Pemilu serentak yang telah dilakukan pada tanggal 17 April 2019 telah dilaksanakan dengan sukses oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki hak pilih.

Ditengah kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019, baik itu bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki hak pilih dan menggunakan hak pilihnya, yang tidak memilih ketika Pemilu 2019 diadakan meskipun mereka datang ke tiap-tiap TPS yang telah mendaftarkan ke dalam daftar pemilih (Golput), maupun yang sama sekali tidak menggunakan sama sekali hak pilihnya, pada saat-saat sekarang ini tetap saja menunggu hasil Pemilu 2019 yang dilaksanakan serentak ini, yang mana diadakan Pilpres, Pileg, dan Pemilihan Partai Politik.

Perindo, sebagai salah satu partai politik yang ada dan terdaftar sebagaj partai politik yang lolos oleh verifikasi KPU, telah turut mewarnai sebagai partai yang turut mendapatkan suara pada Pemilu 2019.

Namun,  berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan, Menginginkan Bongkar Kotak Suara Kembali Di KPUD Jakarta Selatan

Insert- Ketua DPD Perindo Jakarta Selatan – H.Syarif Hidayatulloh

Ketua DPD Perindo Jakarta Selatan H.Syarif Hidaytullah Menyampaikan Rasa Kecewanya Kepada sejumlah awak media, Ketika Berada Di ruang penghitungan Suara yang sedang berlangsung.( Selasa Malam,7 Mei 2019 )

“Saya ketua DPD Perindo Jakarta Selatan, Syarief Hidayatulloh, Secara prosedural Kami hargai dan hormati proses yang sedang berjalan sampai akhir Penghitungan suara di KPUD Jaksel yang dilakukan di hotel Maharadja, Jakarta Selatan(selasa malam,7/5/19). Namun kami juga telah melaporkan ke BAWASLU Pada Senin malam terkait beberapa masalah,yaitu, mengenai perpindahan suara dilintas partai atau diinternal partai,” ujarnya.

Selanjutnya kata dia, “kami juga menemukan gejala dan bukti otentik kalau form C1 itu ganda, Nah, untuk hal ini cara mana yang akan kita pakai untuk penghitunganya,hal itu terjadi di dapil VII,VIII,dan tentunya suara kami juga banyak yang dirugikan untuk dibagi rata dengan partai lain.”, tegasnya.

Padahal menurut Syarif, “Selama ini saya sudah mengikuti prosedur yang ada (baik pleno dll ),dan kita sudah meminta kepada bawaslu agar menghentikan sidang pleno,tetapi sampai sekarang sidang pleno belum dihentikan juga, sehingga kita patut untuk mencurigai kalau suara tersebut ada indikasi pembagian suara,” tuturnya.

“Saat ini”, kata Syarif ,”Kami sudah siapkan 6450 form c1 yang berbeda,jadi saya berharap penghitungan ulang agar dilakukan oleh KPUD Jaksel,dan bongkar kembali Kotak Suaran tersebut,” ujarnya.

“Jadi yang mustinya Partai Perindo bisa dapat 2 kursi,namun karena seperti ini mekanismenya bisa hanya medapat 1 kursi, kami tetap menuntut penghitungan ulang,  meskipun berapapun hasil suara yang didapatkan,  karena secara prinsip, saya percaya bahwasanya suara rakyat adalah suara Tuhan, dan hal ikhwal ketika hasil suara tersebut didapatkan dengan cara-cara yang sesuai dengan Prosedural yang dilakukan oleh pihak berwenang,yakni KPU dan dikawal oleh pihak terkait seperti Bawaslu, saya puas berapapun suara rakyat yang di percayakan kepada Perindo, asal transparansinya jelas,” pungkas Syarif kepada awak media.