Home Nasional Ketua Forum Umat Islam Bersatu: Kawal Demokrasi, Tolak Itjima Ulama-3

Ketua Forum Umat Islam Bersatu: Kawal Demokrasi, Tolak Itjima Ulama-3

34507
0
SHARE

(Ket.gambar: suasana saat jumpa pers, menteng, Jakpus, Fhoto: Istimewah)

FORUM Umat Islam Bersatu dan gabungan Organisasi masyarakat(Ormas) Mahasiswa dan Kepemudaan menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mengawal demokrasi dengan damai, aman dan tertib sampai saat pleno penetapan oleh komisi pemilihan umum (KPU RI) pada tanggal 22 Mei 2019.

Siapapun presiden dan wakil presiden yang akan ditetapkan oleh KPU RI nantinya itulah yang merupakan pilihan rakyat Indonesia, sebab KPU RI merupakan salahsatu lembaga penyelenggara Pemilu resmi yang dibentuk oleh negara dan dilindungi oleh undang-undang,” ujar Rahmat selaku ketua Forum Umat Islam Bersatu(FUIB) saat gelar jumpa pers dikawasan menteng,Jakarta pusat, Rabu (01/05/2019).

Oleh karenanya, lanjutnya lagi, bahwa melalui konfrensi pers ini pihaknya sampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia, Ormas, Kemahasiswaan, Ormas Islam dan Kepemudaan agar jangan mudah terpancing dan terprovokasi dengan isu people power yang di hembuskan oleh oknum, kelompok dan ormas yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan bangsa ini ricuh hingga mengakibatkan sesama anak bangsa akan saling berhadap hadapan satu sama lain.

Adapun sikap dari Forum Umat Islam Bersatu dengan berbagai gabungan elemen masyarakat lainnya yang diantaranya, Jaringan Aliansi Aktivis Nasional (JARNAS), Forum Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (FMPI), Generasi Mahasiswa Nusantara (GMN) bersama-sama nyatakan sikap.

1. Jaga Indonesia agar tetap aman dan Damai Pasca Pilpres 2019.
2. Tolak berbagai isu Provokasi dan People Power yang dihembuskan oleh kelompok yang tidak bertanggung Jawab.
3. Tolak pelaksanaan Ijtima’ Ulama ke-3, yang dinilai merupakan gerakan Provokasi terhadap ummat.
4. Meminta kepada MABES POLRI agar segera tindaki Para Provokator yang memainkan isu People Power yang dapat berujung chaos/ricuh sesama anak Bangsa.

Kami menolak Itjima Ulama ketiga ini karena sudah ada muatan politik yang ditunggangi kepentingan oknum politik dimana hasil Itjima Ulama nanti bisa menghasilkan mengarah isu-isu berbau provokasi dimana seperti akan melakukan people power terhadap hasil pemilu 17 April kemarin dan sebagainya,” ungkap Rahmat.

Dilansir dari infopersri.com/ admin: JPO saksikan juga tautan videonya di:  https://youtu.be/saCrDFMHU50