Wednesday, August 21, 2019
Home Uncategorized Tolak Bertemu Jokowi, GAM Independen Anggap Kubu Prabowo-Sandiaga Separatis Dan Inskontitusional

Tolak Bertemu Jokowi, GAM Independen Anggap Kubu Prabowo-Sandiaga Separatis Dan Inskontitusional

315
0
SHARE

Penjajakan rekonsiliasi yang dilakukan kubu Joko Widodo sejauh ini tidak disambut pihak Prabowo Subianto dengan alasan “proses pemilu belum tuntas dan presiden terpilih belum dipastikan”.

Sikap kubu Prabowo dinilai pengamat sebagai upaya menjaga jarak dengan kompetitor, seperti yang dilakukan PDIP selama 10 tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Di sisi lain, pihak Jokowi membantah upaya pertemuan itu untuk menggandeng atau berbagi kekuasaan dengan Prabowo.

Namun pernyataan kubu Prabowo-Sandi tersebut mendapat kecaman keras Tengku Sufani Syekhy Usman, Ketua Umum Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Independen, salah satu komunitas yang beranggotakan sekitar 2000 eks kombatan yang pada pilpres 2019 ini menjadi pendukung Jokowi-Amin yang sangat militan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

“Padahal berdasarkan hasil quick count penghitungan suara lembaga survei sudah memenangkan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Jelas lembaga survei tersebut sangat kredibel dan bisa dipercaya karena mereka terdaftar dan diakui oleh KPU dalam proses penghitungan suara secara quick count. Selain itu, hasil perhitungan riil KPU berupa data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 36%, yang mana untuk sementara ini Jokowi-Ma’ruf sudah mengungguli Prabowo-Sandiaga 56,06%
berbanding 43,94%,” kata Tengku Syekhy kepada Jawa Pos Online baru-baru ini di Jakarta.

Selain itu penolakan yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandiaga terhadap hasil quick count lembaga survei yang menganggap terjadinya kecurangan pada penyelenggaraan Pemilu, terutama Pilpres dimana kubu Prabowo-Sandiaga juga menganggap bahwa Aparat Kepolisian dan KPU tidak netral dalam menyikapi dan menjaga kekondusivitasan pelaksanaan Pemilu di tahun2019.

“Bahwasanya kubu Prabowo semakin berani melecehkan konstitusi dengan tidak mengakui hasil pemilu berupa penghitungan suara dan pelaksanaan dan Polri yaitu dengan cara-cara yang tidak beradab, maka kami sebagai pendukung Jokowi-Amin yang militan menganggap bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan dan dibenarkan. Untuk itu harus segera diambil tindakan keras dan tegas. Kan kasihan Kapolri dan jajarannya yang juga bersatu padu dengan aparat TNI sudah bekerja keras menjaga dan mengamankan penyelenggaraan pemilu. Ini kok malah direndahkan dan dilecehkan oleh mereka. Bagi kami sikap mereka (kubu Prabowo-Sandiaga) sudah bisa disebut melawan konsitusi alias inkonstitusional. Itu artinya mereka ini pantas dikategorikan separatis, dan tidak layak  secara sikap kenegarawanan yakni sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.”, tukas Tengku Syekhy penuh suasana emosional dan menahan rasa amarahnya yang mendalam.

Berikut ini pernyataan sikap GAM Independen terkait sikap kubu Prabowo-Sandiaga:

Saya dan ratusan juta pendukung setia dan pembela Jokowi siap mengorbankan harta dan nyawa, karena kemenangan Jokowi-Amin di pemilu berdasarkan quick count lembaga survei dan real count KPU sudah sesuai konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami sampaikan kepada Pak Jokowi dan orang terdekat nya, mohon hargai perasaan kami sebagai pendukung setia nya dan siap mati di seluruh Indonesia (ratusan juta pembela Jokowi-Amin).

Kami sangat miris dengan pernyataan penolakan oleh kubu Prabowo bertemu Pak Jokowi yang disampaikan oleh Hasyim adik Prabowo. Bagi kami ini adalah bentuk pelecehan kepada Pak Jokowi yang secara sah dan konsitusional masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kami sangat mengecam keras sikap Hasyim tersebut, karena seakan-akan negara ini sangat tergantung kepada keputusan Hasyim sebagai adik Prabowo. Memang apa hebatnya Hasyim sehingga berbicara dan bersikap seperti seorang Panglima diatas Panglima, seolah-olah Presiden diatas Presiden ?

Kami menganggap seakan-akan Konsitusi negara ini kalah dengan Inkonsitusional.

Untuk mengobati rasa sakit hati kami, mohon pihak-pihak yang menghasut Prabowo agar tidak bertemu Pak Jokowi segera sadar akan sikap dan tindakan mereka. Dan kami meminta pihak-pihak yang menghasut dan memprovokasi sehingga rekonsiliasi demi perdamaian dan persatuan bangsa ini segera ditindak tegas, terutama mereka yang sudah masuk kategori melawan konsitusi negara ini.

Kami jutaan relawan pendukung dan ratusan juta rakyat pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin akan tetap bersama berdiri di pihak pemerintah Jokowi, karena kami menganggap bahwa sampai saat ini Pak Jokowi adalah Presiden yang sah dan legitimate.

Kami meminta agar pemerintah Jokowi menangani pihak-pihak yang melakukan gerakan melawan konstitusi dengan sungguh-sungguh. Tak boleh ada kompromi terhadap pelaku inkonstitusional ini.

Terakhir, kami menganggap deklarasi kemenangan Paslon nomor urut 02 ini sungguh bermasalah, baik aspek substantif maupun prosedural. Bahwa deklarasi yang diikuti oleh para pengikut kubu Prabowo di berbagai lini itu berakibat pada mendelegitimasi penyelenggara pemilu serta dapat mendestruksi integritas pemilu yang telah berjalan langsung, umum, bebas, jujur, adil, dan rahasia.

 

Hormat dari kami,

Tengku Sufani Syekhy Usman

Rakyat, Pimpinan GAM Independen