Home Hukum ALPAMAR Aksi Demo Depan Mabes Polri Pertanyakan Tentang Kasus Mardani Ali Serra

ALPAMAR Aksi Demo Depan Mabes Polri Pertanyakan Tentang Kasus Mardani Ali Serra

302
0
SHARE

ALPAMAR Aksi Demo Depan Mabes Polri Pertanyakan Tentang Kasus Mardani Ali Serra, (Gbr,Ist)

Jakarta– Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda Indonesia Raya(ALPAMAR) geruduk kantor Mabes Polri, Jakarta yang mempertanyakan kasus hukum yang melibatkan salah seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera(PKS)

Pasalnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera telah resmi dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait dugaan makar atas video pernyataan ‘ganti sistem’ dalam gerakan #2019GantiPresiden.

Laporan tersebut telah diterima oleh Bareskrim dengan nomor LP/B/1113/IX/2018/Bareskrim tertanggal 12 September 2018. Laporan tersebut dibuat oleh seorang pelapor bernama Komarudin yang merupakan Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (LBH Almisbat).

Didalam laporan tersebut, diterangkan bahwa Mardani diduga melakukan tindak pidana terhadap keamanan negara atau makar sebagaimana tertuang dalam undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 107 KUHP, dan atau pasal 82 A ayat 2 juncto Pasal 59 ayat 4 huruf C UU Nomor 16/2017 tentang Organisasi Kemasyarakat (Ormas).

Pernyataan ganti sistem dalam gerakan #2019GantiPresiden yang disampaikan oleh Mardani lewat media sosial dapat diduga sebagai bentuk upaya makar, yakni berupa keinginan mengganti sistem negara yang sudah baku dengan sistem yang selama ini dianut dan diperjuangkan oleh HTI.

“Ini dapat diduga sebagai bentuk upaya makar, yakni keinginan mengganti sistem kenegaraan Indonesia yang sudah baku dan berlaku, yakni dasar negara adalah Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem yang diperjuangkan oleh HTI,” ujar Krismon selaku koordinator Aksi ALPAMAR saat di Jakarta, Selasa (09/04/2019).

Sejak tanggal 12 september 2018 sampai saat ini mendekati pemilihan umum kasus ini belum juga terkuak ujung pangkalnya. Padahal saat ini Mardani Ali Sera yang juga sebagai Ketua DPP PKS juga sedang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari dapil Jakarta.

Tidak hanya diduga terlibat makar ternyata Mardani Ali Sera Juga terbukti menyebarkan berita bohong (hoax) tentang penganiayaan Ratna Satumpaet sambil mengkaitkannya dengan isu PKI seperti yang diberitakan juga di berbagai media.

Melihat ini semua sangat terasa janggal apabila, dimana sampai saat ini Mardani Ali Sera belum juga diperiksa padahal pelapor dengan atas nama Komarudin sudah dipanggil dan diperiksa.

Melihat keganjilan ini patut sebagai masyarakat untuk memberikan warnig kepada aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan seakan akan mempeti es kan kasus ini. Oleh karena itu pihaknya juga menuntut, yakni

1.Meminta Kepada BARESKRIM POLRI untuk segera memanggil dan memeriksa Mardani Ali Sera terkait laporan yang telah dibuat untuk dirinya terkait kasus Makar.

2.BARESKRIM POLRI agar tidak tinggal diam dalam menyikapi laporan masyarakat terhadap Mardani Ali Sera.

3.Jangan biarkan orang orang seperti Mardani Ali Sera mewakili masyarakat Jakarta dalam parlemen.

4.Mardani Ali Sera harus mempertanggung jawabkan ucapanya dihadapan masyarakat.

5.Indonesia adalah Negara yang majemuk yang dihuni berbagai macam golongan yang bersatu didalam Pancasila jangan biarkan negeri ini di rusak oleh orang seperti Mardani Ali Sera.(Ib/Ba)