Home Sosial Jelang Pemilu! Kaum Milenial Memiliki Peran Penting Sebagai Penyejuk Demokrasi

Jelang Pemilu! Kaum Milenial Memiliki Peran Penting Sebagai Penyejuk Demokrasi

234
0
SHARE

(Photo; Ist)

Jakarta- Wakil Kepala Satgas Nusantara Mabes Polri,  Brigjend. Pol. Dr. Drs. H.M Fadil Imran, M.Si menjadi pemateri dalam kuliah umum bertajuk “Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa Dalam Menjaga Kedamian dan Kemajemukan Kontestasi Pilpres 2019”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Tangerang, Rabu, (27/02).

Dalam kuliah umumnya, ia menyampaikan  negara kesatuan republik Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya jumlah dan keberagaman penduduk 265 juta jiwa, 714 suku bangsa dengan 1100 bahasa , luas wilayah 5.193.250 km, 17.504 pulau terluas ketujuh di dunia. Selain itu, ia juga menyampaikan Indonesia merupakan Negara demokrasi yang terus meningkat dan berkembang.

“Negera Indonesia merupakan negara demokrasi yang terus meningkat dengan indeks mencapai 72,11 meningkat dibandingkan tahun 2016 70,09 (BPS).” Ujar Fadil

Fadil juga mengatakan dengan adanya peningkatan demokrasi tersebut akan berdampak pada lahirnya ancaman-ancaman baik dari internal maupun eksternal. “ Sebagai negara demokrasi sudah barang tentu memiliki ancaman baik datang dari internal maupun eksternal. Tangtangan dari internal yaitu kemiskinan dan kesenjangan, eksploitasi oleh manusia terhadap manusia lain, konfilik sesama anak bangsa. Dan tangtangan global yaitu persaingan dan pasar bebas, terorisme global, idiologi global, perubahan iklim, krisis ekonomi, persaingan dagang antara negara, perlombaan pengembangan senjata nuklir.” Pungkas Fadil dalam Kuliah Umumnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kaum milenial memiliki peran penting dalam terwujudnya pesta demokrasi yang dingin dan sejuk.

“Untuk menghadapi tahun pesta demokrasi 2019 peran kaum milinial menjadi titik central untuk hadir sebaghai pendingin pesta demokrasi. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus rajin mebaca buku dan tidak mudah terbawa berita hoax. Karea yang hadir diagenda seminar ini adalah para mahasiswa intelektual dan para pimpinan mahasiswa harus menjadi duta-duta pembawa kebaikan dengan cara menyampaikan kepada seluruh mahasiswa untuk menghindari hoax, Hate Speech, Bijak di Dalam menggunakan media sosial. Selain itu mahasiswa juga diharapkan berperan aktif dalam kampanye literasi, kemampuan untuk mengajarkan sesuatu yang positif, bermanfaat bagi banyak orang dan membantu mempertahankan masyarakat agar berada dalam kondisi yang baik.” Tegasnya.

Selain itu, Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi mengatakan bahwa saat ini yang harus di pikirkan adalah bagaimana caranya malangkah kedepan agar Pancasila bukan hanya sekedar aksara namun pancasila harus benar-benar di jadikan kiblat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“idiologi pancasila sudah tidak usah diperdebatkan karena sudah final, dari kelompok islam sendiri yang mayoritas di negara ini sudah sepakat bahkan para tokoh islam menjadi tokoh central di dalam merumuskan pancasila. Sekarang ini kita bagaimana melangkah kedepan agar pancasila menjadi kiblat kita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila menjadi perekat setiap perbedaan yang ada sebagai anak bangsa baik perbedaan agama, suku dan ras.” Pungkas Bursah

 

Bursah juga menyampaikan peningkatan literasi untuk bersaing dalam menghadapi tantangan global juga sangat penting dan harus benar-benar di perhatikan. “Mahasiswa juga harus terus meningkatkan kemampuan literasi sehingga dapat bersaing menghadapi tantangan global, kemampuan literasi mahasiswa akan menghindarkan termakan berita hoax dan berita yang dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara serta akan lebih bijak menggunakan media sosial.” Tegas Bursah

Sebelumnya, Ketua Bidang Diskusi dan Kajian PGK mengajak kepada Mahasiswa agar memiliki semangat optimisme besar didalam jiwa dan pemikiran untuk mempersiapkan menjadi pemimpin yang hebat di masa yang akan datang.

“Sebagai agen of change, kita harus memiliki semngat optimisme besar di dalam jiwa dan pemikiran untuk dapat menjadi pemimpin Bangsa Indonesia dimasa akan datang. Kita tidak hanya sekedar berpikir untuk saling berebut keuasaan sesame anak bangsa tapi ranah kita saat ini sudah masuk ranah bagaimana menjadikan Indonesia menjadi pusat peradaban dunia dan menjadi negara adidaya di masa akan datang. Karena pak Brigjend Fadil dan Bang Bursah saat ini sedang berbicara di hadapan sekitar 500 mahasiswa lebih termasuk saya yang insyallah akan menjadi bupati, gubernur, menteri bahkan kepala negara untuk 10 hingga 30 tahun kedepan. Dan ini harus diaminkan dan diperjuangkan.” Tegas Zainuddin.(*)

(Yani/Ars/Brt/w24)

Wakil Kepala Satgas Nusantara Mabes Polri, Brigjend. Pol. Dr. Drs. H.M Fadil Imran, M.Si menjadi pemateri dalam kuliah umum bertajuk “Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa Dalam Menjaga Kedamian dan Kemajemukan