Home Internasional TVº- ‘Tokoh Pejuang Petani Pedesaan’, H.RADEN: SIAP Mengembangkan Teknologi Pertanian

TVº[Line]- ‘Tokoh Pejuang Petani Pedesaan’, H.RADEN: SIAP Mengembangkan Teknologi Pertanian

189
0
SHARE
Jakarta – H. Raden Sujarto seorang Pejuang Petani Pedesaan bahkan yang sudah pernah diberi penghargaan diacara ‘Man and Woman Of the Year 2013’ lalu berkat karya inovasi-inovasinya yang menjulang sehingga dapat meningkatkan pola kerja para petani desa hingga menuai panen yang banyak dan memuaskan.

Berbagai penyuluhan yang sudah dipresentasikan pada para petani khususnya yang mendominasi didaerah pedesaan Jawa tengah ini, alhasil dari informasi yang dihimpun, rencananya hari Sabtu tanggal 09 Desember 2017 nanti di Jakarta dirinya akan diberikan penghargaan salahsatunya dari Gubernur Jawa Tengah sebagai ketua Bidang Agro Bisnis dan Inovasi, karena diklaim sudah banyak berhasil dan mensukseskan program kerja tani yang memberikan hal yang terbaik bagi banyak petani.

Raden S Tokoh Pejuang Petani Pedesaan Wonogiri, Karang Anyer, Sragen, Bangka, Rembang Blora, Gerobokan, Pati yang hampir menyeluruh mendominasi diberbagai didaerah Jawa tengah ini, akan selalu berambisi untuk mendukung, membantu serta mensejahterakan kaum petani.

“Kalau pertanian bisa dibantu untuk mensejahterakan kaum petani akan kita dukung melalui pembuatan pupuk organik, tanah subur sehingga petani makmur agar terciptanya ‘menuju petani sejahtera,” ujarnya menjelaskan melalui keterangan tertulisnya pada pewarta, Kamis (07/12), Jakarta.

Lanjutnya lagi, hasil pertanian harus diolah hulu hilir sehingga ada nilai jual tambah. Petani sejahtera, APBD bertambah, pengangguran berkurang dan kriminal berkurang secara otomatis masyarakat dapat hidup dengan tenang dan damai karena Indonesia negara agraris.

“Secara bertahap harus dilakukan alih teknologi dengan memberikan pelatihan-pelatihan secara berkala, sebab, Indonesia pengekspor terbesar ketiga di dunia untuk biji kakao, coklat namun tidak diolah di Indonesia tapi diolah di negara lain, setelah itu jadi masuk Indonesia lagi, mau sampai kapan? Aneh memang,” pungkasnya.

Menurutnya dalam hal ini, pengelolaan motivasi Sumber Daya Manusia (SDM) harus ditingkatkan dan harus mengikuti perkembangan teknologi, “kalau kita terlambat ikuti teknologi sudah pasti akan ketinggalan dengan negara-negara maju lainnya,” ungkapnya

H.Raden pun memberikan contoh hal ilustrasinya, seogyanya, bila saja generasi anak-anak petani tidak mau lanjutkan sebagai petani orangtuanya, bahkan lebih memilih merantau ke kota-kota besar dengan mencari kerja apa adanya maka akan berdampak faktor penumpukkan penduduk yang padat dikota-kota besar, bahkan bisa jadi muncul kesenjangan sosial yang nuansanya akan menyebabkan pekerjaan mereka tidak beraturan bahkan menjadi para pelaku tindak kriminal.

“Apalagi bila saat harga musim panen tiba harga jatuh yang setelah beberapa bulan harga meroket dengan barang-barang import mulai masuk. Untuk itu, kita perlu pemimpin Profesional yang Pro ke Petani dengan pengelolaan melalui managemen yang baik,” tandas H.Raden yang juga tergabung di Kopmupi Kosgoro sebagai ketua umum bidang perikanan Nelayan/Kelautan ini menjelaskan.(Brt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here